pengaruhkegiatan jambore budaya betawi terhadap perubahan sikap peserta jambore pemuda daerah (jpd) provinsi dki jakarta tahun 2017 May 2018 DOI: 10.20884/wk.v8i1.1392
Melaluikegiatan ini, akan dilakukan seleksi untuk memilih peserta yang akan mengikuti Jambore Pemuda Daerah Provinsi yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober di Baturaja Kabupaten OKU. Jambore Pemuda Daerah dengan Tema "Ayo Bangkit Pemuda OKI Kita Bangun Bersama Lewat JPD Pemuda Tahun 2016 Yang Berdedikasi, Bertaqwa, Beriman dan Memiliki
Hasilrapat konsultasi itu, memutuskan bahwa kegiatan Jambore Daerah Gerakan Pramuka Sumut tahun 2022, yang semula diselenggarakan pada 21-26 Juni diundur dan diubah menjadi tanggal 15-20 Juli 2022 di Bumi Perkemahan Pramuka Sibolangit. Atas perubahan jadwal ini, Ketua Kwardasu meminta kepada semua pihak untuk memakluminya, dan tidak
SIKAPPESERTA JAMBORE PEMUDA DAERAH (JPD) PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2017 Delmia Wahyudin, Roro Retno Woelan Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Bisnis, Universitas Telkom Email: riwayataurus@ Kegiatan Jambore Pemuda Daerah (JPD) Provinsi DKI Jakarta 2017 ialah salah satu bentuk keprihatinan Pemerintah khususnya
. Kegiatan Jambore Pemuda Daerah JPD Provinsi DKI Jakarta 2017 ialah salah satu bentukkeprihatinan Pemerintah khususnya bidang Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakartauntuk melestarikan budaya Betawi, JPD DKI Jakarta juga dijadikan sebagai kampanye budayadaerah Betawi kepada generasi muda. Pada tahun 2017 sebanyak 424 peserta mengikuti kegiatanJPD DKI Jakarta 2017 yang dilatih kemahiran dalam berlenong, bernyanyi lagu-lagu Betawisampai dengan bernari tarian asli Betawi salah satunya tari bibir merah dan siri di dalam pelaksanakannya mempengaruhi komponen perubahan sikap attitude changemenurut Alo Liliweri 2011 166 terdapat tiga aspek; kognitif pengetahuan, kesadaran,kepercayaan, afektif kesukaan, simpati, penghargaan, dukungan, dan konatif komitmen untukbertindak, melalui kampanye budaya ini diharapkan terjadi perubahan sikap terbentuk sikap dankesadaran serta persepsi positif terhadap seni budaya Betawi. Hasil penelitian data deskriptif diperolehskor sub variabel Identifikasi sebesar 69,7%, Legitimasi sebesar 77,2%, Partisipasi sebesar 80,7%, Penetrasi 61,1%,Dtribusi sebesar 76`%. Kognitif sebesar 69,6%, Afektif sebesar 68,2%, dan Konatif sebesar 52,7%. Berdasarkan ujiregresi ditemukan bahwa kegiatan Jambore budaya Betawi mempengaruhi perubahan sikap sebesar 0, uji hipotesis uji t kegiatan Jambore budaya Betawi berpengaruh secara signifikan terhadap perubahansikap, dan berdasarkan nilai koefisien determinasi ditemukan bahwa kegiatan Jambore budaya Betawi mempengaruhiperubahan sikap sebesar 43,3%. To read the full-text of this research, you can request a copy directly from the has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication.
Home > Pengumuman > Jambore Pemuda Kabupaten/Kota Se-Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 Akademi Maritim Nusantara-Cilacap turut serta dalam kegiatan Jambore Pemuda Kabupaten/Kota Se-Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 dengan tema “Meningkatkan Kemandirian dan Menjadikan Pemuda yang Kreatif, Inovatif, dan Berdayaguna”. Acara tersebut diselenggarakan tanggal 30 November 2018 02 Desember 2018 di Gedung IPHI Cilacap, Jalan Tentara Pelajar, Cilacap. Acara yang diikuti oleh kurang lebih 280 peserta tersebut menyajikan berbagai rangkaian acara yaitu Workshop dan Dialog Pemuda, Pameran Produk Kreatif, Panggung Hiburan, Pentas Seni dan Budaya, serta Olahraga Bersama. Pentas Seni yang diusung oleh AMN-Cilacap yaitu tarian khas dari Suku Dayak. Pada kesempatan ini, Akademi Maritim Nusantara-Cilacap menyabet juara ke-2 untuk kategori Stand UKM Terbaik dan juara 3 untuk kategori Penampil Pentas Seni Terbaik.
Peserta seleksi Jambore Pemuda Daerah yang digelar di Kabupaten Kutai Kartanegara, harus memiliki kemampuan seperti teknologi perangkat lunak/keras, grafika, kriya, kuliner, fashion, film dan musik. Dalam seleksi ini sebanyak 25 pemuda ikut ambil bagian, yang berasal dari 10 kecamatan dan dilaksanakan Dinas Pemuda dan Olahraga Dispora Kutai Kartanegara. Kepala Dispora Kutai Kartanegara, Aji Ali Husni mengatakan ada delapan kategori yang akan menjadi kriteria dalam seleksi jambore. Di antaranya, teknologi perangkat lunak/keras, grafika, kriya, kuliner, fashion, film dan musik. Setiap pemenang kategori berhak mengikuti ajang serupa di tingkat provinsi. Baca juga Disporapar Paser Buka Seleksi Jambore Pemuda serta Duta Wisata dan Putri Pariwisata Daerah Baca juga 9 Daerah Ikut Jambore Pemuda Daerah Kaltim, Pacu Inovasi Teknologi Digital "Hasil seleksi adik-adik ini akan mewakili Kukar pada Jambore Pemuda Daerah Kaltim di Berau tanggal 25 - 29 Juli mendatang," kata Ali, Rabu 7/6/2023. Para peserta terpilih nantinya akan mengikuti traning center TC selama satu sampai dua minggu dengan pendamipingan Dispora Kutai Kartanegara. Ali berharap, pemuda yang mewakili Kutai Kartanegara bisa meraih prestasi di tingkat Provinsi Kalimantan Timur dan meraih juara di beberapa kategori. "Harapan kami, pertama dengan terpilihnya mereka bisa membawa nama besar Kukar, bisa menjuarai beberapa kegiatan dalam jambore ini," ungkapnya. Diketahui, para peserta seleksi tingkat kabupaten hanya diikuti oleh 10 kecamatan. Padahal, Dispora Kukar menargetkan 20 kecamatan ikut serta dalam seleksi ini. Menyikapi hal tersebut, Dispora Kukat akan memaksimalkan kembali dengan menggandeng Purna Prakarya Muda Indonesia PPMI pada tahun depan. Baca juga Kukar Tuan Rumah Jambore Pemuda Kaltim 2022, Resmi Dibuka dengan Pukul Gong 16 Kali Tujuannya, untuk mengakomodir seluruh pemuda yang memiliki bakat dan potensi di beberapa kategori seleksi Jambore Pemuda Daerah. "Insya Allah tahun depan kami akan kembangkan seleksi ini dengan dibantu kawan-kawan PPMI untuk mencari pemuda yang berkreatif di delapan bidang ini," pungkasnya. *
JAKARTA - Jambore Pemuda Indonesia JPI 2019 yang akan digelar di Minahasa, Sulawesi Utara, 1-5 November 2019, harus menjadi ajang bagi para pemuda dari seluruh Tanah Air untuk berdiskusi, memunculkan inovasi atau gagasan baru untuk menjawab kebutuhan bangsa saat ini dan masa mendatang. Para pemuda wakil dari berbagai daerah ini juga diharapkan bisa merumuskan peran apa yang akan mereka ambil di saat Indonesia menghadapi bonus demografi sekaligus arus deras era digital. “JPI 2019 ini kita harapkan berbeda dari sebelumnya. Kita harapkan lebih banyak inovasi dan kreativitas muncul dari peserta seluruh Indonesia. Mereka bisa memunculkan inovasi-inovasi untuk menciptakan suatu yang berkaitan dengan harapan dan kebutuhan bangsa kedepan,” ungkap Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Prof Faisal Abdullah, Selasa 29/10, saat disinggung terkait pelaksanaan JPI 2019. Faisal menegaskan, bonus demografi, dimana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dari non produktif, akan mencapai puncaknya dalam waktu yang tidak lama lagi. Hanya sekitar 10 tahun lagi. Tentu saja, tantangan bonus demografi itu akan dan harus dijawab oleh para pemuda saat ini dan mendatang. “Para pemuda harus bisa mengisi dan disinilah perlu inovasi-inovasi. Tidak hanya siap dan cakap jadi pekerja saja, tapi harus juga mampu mengelola dan mengoptimalkan sumber daya yang ada, baik di tingkat lokal hingga nasional, sehingga tercipta lebih banyak lapangan kerja, memberi nilai tambah yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan,” tambah Faisal. JPI, lanjutnya, bukan kegiatan seremonial tahunan anak muda berkumpul. Melainkan merupakan tempat betukar pikiran, berdiskusi, dan membahas mada depan bangsa. Sehingga harus ada hasil atau sebuah produk dari JPI, bisa berupa pemikiran gagasan maupun atau konseptual ekonomi. JPI 2019 akan diikuti lebih dari 400 pemuda yang terdiri dari 12 pemuda dari setiap provinsi, ditambah pendamping 34 orang dan LO 34 orang. Jumlah ini sedikit menurun dibanding JPI tahun lalu yang jumlah totalnya mencapai 544 orang. “Meski jumlah atau kuantitas peserta menurun, kita berharap justru kualitasnya akan lebih meningkat,” kata Deputi yang merupakan Guru Besar dari Universitas Hasannudin Makassar ini. Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda Kemenpora. Arifin Madjid menambahkan, 12 pemuda dari setiap provinsi yang mengikuti JPI merupakan pemuda-pemuda terbaik hasil seleksi di provinsi masing-masing. “Hampir semua provinsi sudah ada proses seleksi rutin lewat kegiatan Jambore Pemuda daerah JPD. Yang ikut JPI merupakan pemuda pilihan terbaik dari kegiatan JPD oleh Dispora-Dispora Provinsi,” jelas Arifin. Adapun terkait persiapan, Arifin menyampaikan bahwa JPI sudah siap digelar. Pihak Kemenpora sudah berkoordinasi dan bekerjasama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam menyiapkan tempat kegiatan di Tondano, serta mendapatkan dukungan dari masyarakat.
kegiatan jambore pemuda daerah